Beranda / Artikel / MEMANGKAS MATERI TANPA KEHILANGAN SUBSTA...
Tips Komunitas Seri · 6 dari 6

MEMANGKAS MATERI TANPA KEHILANGAN SUBSTANSI DENGAN /trim

Sampai Tahap 3, kita belum benar-benar menghapus satu slide pun.Dan itu memang disengaja.Kita sudah mempunyai tiga fondasi:FINAL DECK AUDIT MAPhasil /auditFINAL...

MEMANGKAS MATERI TANPA KEHILANGAN SUBSTANSI DENGAN /trim

Sampai Tahap 3, kita belum benar-benar menghapus satu slide pun.

Dan itu memang disengaja.

Kita sudah mempunyai tiga fondasi:

FINAL DECK AUDIT MAP

hasil /audit

FINAL TARGET DECK SPECIFICATION

hasil /goal

FINAL DECK STRUCTURE

hasil /structure

Sekarang kita sudah tahu kondisi deck lama, target yang ingin dicapai, dan learning journey yang baru.

Barulah kita siap melakukan sesuatu yang sejak awal mungkin paling ingin dilakukan:


Mengurangi 87 slide.

Tetapi ada satu prinsip penting:

Jangan memangkas pembelajarannya. Pangkas clutter-nya.

Command yang kita gunakan:

/trim

4.1 — /trim Bukan Berarti “Hapus Slide”

Kesalahan paling mudah adalah mengetik:

/trim jadikan 87 slide ini 40 slide

Jangan.

Kalau target jumlah slide menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan, kita berisiko menghilangkan materi yang sebenarnya penting.

Yang kita cari bukan:

87 → 40

melainkan:

87 slide lama → pesan yang benar-benar diperlukan → learning experience yang lebih fokus.

Karena itu /trim harus bekerja berdasarkan struktur yang sudah kita bangun pada tahap sebelumnya.

4.2 — Mulai /trim

Gunakan seluruh baseline yang sudah dibuat.

TYPE THIS

/trim
Gunakan:
FINAL DECK AUDIT MAP
FINAL TARGET DECK SPECIFICATION
dan
FINAL DECK STRUCTURE
sebagai baseline.
Sekarang identifikasi materi yang dapat dipangkas tanpa mengurangi learning objectives dan learning experience.
Gunakan kategori:
KEEP / SIMPLIFY / MERGE CANDIDATE / MOVE TO HANDOUT / CUT CANDIDATE
Patuhi Content Protection Rules:
LOCKED tidak boleh dihapus.
PROTECTED CONTENT tidak boleh dihapus atau dipindahkan tanpa persetujuan trainer.
FLEXIBLE boleh diringkas atau digabung selama pesan utama tetap ada.
OPTIONAL boleh menjadi kandidat handout atau cut.
Jangan melakukan rewrite dan final merge dahulu.
Untuk setiap rekomendasi CUT, wajib jelaskan alasannya.

Perhatikan bahwa sekarang kita mulai memperbolehkan:

CUT CANDIDATE

Tetapi belum:

CUT otomatis.

4.3 — Gunakan 5 Keputusan /trim

Setiap materi sekarang harus masuk ke salah satu kategori berikut.

Dengan demikian /trim bukan hanya:

KEEP atau DELETE.

Kita mempunyai beberapa pilihan.

4.4 — Gunakan “One Slide, One Job”

Sekarang kita memperkenalkan prinsip penting:

ONE SLIDE, ONE JOB

Setiap slide harus mempunyai pekerjaan.

Misalnya:

menjelaskan konsep

atau:

menunjukkan contoh

atau:

mengajukan pertanyaan

atau:

memfasilitasi diskusi

atau:

memberikan instruksi exercise

atau:

memicu reflection.

Jika kita tidak bisa menjawab:

“Apa pekerjaan slide ini?”

maka slide tersebut perlu diperiksa.

TYPE THIS

Audit setiap kandidat slide menggunakan prinsip:
ONE SLIDE, ONE JOB
Untuk setiap slide, jawab:
Apa pekerjaan utama slide ini dalam learning journey?
Jika tidak memiliki fungsi yang cukup jelas, tandai sebagai:
PURPOSE REVIEW

Ini membantu menemukan slide yang selama ini ada hanya karena:

“Dari dulu memang ada.”

4.5 — Cari “Nice to Know”

Deck lama sering berisi informasi yang menarik.

Masalahnya:

menarik belum tentu diperlukan.

Kita dapat membagi informasi menjadi:

NEED TO KNOW

Peserta harus memahami ini agar learning objective tercapai.

USEFUL TO KNOW

Informasi membantu pemahaman, tetapi tidak harus berada di slide utama.

NICE TO KNOW

Informasi menarik, tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap learning objective.

Gunakan:

TYPE THIS

Klasifikasikan kandidat materi menjadi:
NEED TO KNOW
USEFUL TO KNOW
NICE TO KNOW
Gunakan learning objectives dan FINAL DECK STRUCTURE sebagai dasar.
Jangan menghapus materi dahulu.

Contoh hasil:

Biasanya di sinilah deck mulai terasa jauh lebih ringan.

4.6 — Cari Teori yang Berulang

Sekarang fokus pada salah satu sumber slide inflation terbesar:

REPETITION

Misalnya deck memiliki:

Slide 8 — What is Leadership?

Slide 11 — Definition of Leadership

Slide 17 — Leadership Means Influence

Slide 24 — Leadership Definition

Secara visual mereka terlihat seperti empat slide berbeda.

Tetapi secara pesan mungkin hanya ada:

satu ide.

Gunakan:

TYPE THIS

Identifikasi seluruh materi yang memiliki semantic repetition.
Jangan hanya mencari teks yang sama.
Cari slide berbeda yang sebenarnya membawa pesan utama yang sama.
Kelompokkan berdasarkan:
  • pesan utama;
  • slide sumber;
  • perbedaan penting;
  • bagian yang wajib dipertahankan;
  • dan rekomendasi KEEP / SIMPLIFY / MERGE CANDIDATE.

Perhatikan istilah:

semantic repetition

karena pengulangan tidak selalu menggunakan kalimat yang sama.

4.7 — Jangan Hapus Contoh Terlalu Cepat

AI mungkin menemukan:

1 konsep + 4 contoh

dan merekomendasikan:

Cukup gunakan satu contoh.

Belum tentu.

Untuk trainer, contoh mempunyai fungsi penting.

Satu contoh mungkin digunakan untuk:

Supervisor.

Contoh lain:

Manager.

Contoh berikutnya:

Manufacturing.

Dan satu lagi:

Service Industry.

Karena itu setiap contoh perlu diperiksa berdasarkan:

REPRESENTATION

Apakah contoh mewakili situasi berbeda?

TRANSFER

Apakah contoh membantu peserta menerapkan konsep?

DISCUSSION VALUE

Apakah contoh memancing diskusi?

AUDIENCE RELEVANCE

Apakah contoh dekat dengan pekerjaan peserta?

Jika iya, jangan buru-buru menghapusnya.

4.8 — Pindahkan “Dokumen” Keluar dari Slide

Ada materi yang sebenarnya penting tetapi salah tempat.

Contohnya:

  • definisi panjang;
  • tabel detail;
  • referensi;
  • formula lengkap;
  • checklist;
  • bibliography;
  • detailed instruction;
  • teori tambahan.

Daripada menghapusnya, gunakan:


MOVE TO HANDOUT

TYPE THIS

Identifikasi materi yang penting sebagai referensi tetapi tidak perlu diproyeksikan selama trainer menjelaskan.
Kelompokkan sebagai:
MOVE TO HANDOUT
Untuk setiap materi jelaskan:
  • kenapa tetap perlu dipertahankan;
  • kenapa tidak perlu berada di slide;
  • format supplementary material yang paling sesuai.

Contoh:

Perhatikan apa yang terjadi.

Kita tidak:

mengurangi value.

Kita justru:

memindahkan value ke tempat yang lebih tepat.

4.9 — Gunakan “Trainer Voice Test”

Ada materi yang tidak perlu ditampilkan karena lebih baik diucapkan trainer.

Misalnya slide berisi:

“Leadership bukan tentang memiliki jabatan. Leadership adalah kemampuan memengaruhi orang lain untuk bergerak menuju tujuan bersama.”

Kalimat tersebut mungkin lebih kuat jika trainer mengatakannya.

Sedangkan layar cukup menampilkan:

LEADERSHIP = INFLUENCE

Karena itu gunakan:

TYPE THIS

Lakukan TRAINER VOICE TEST.
Identifikasi informasi yang lebih efektif:
DITAMPILKAN DI SLIDE
dibandingkan:
DIJELASKAN SECARA VERBAL OLEH TRAINER
Jangan rewrite slide dahulu.
Tandai materi yang dapat dipindahkan menjadi speaker notes.

Ini penting karena:

Tidak semua yang dikatakan trainer harus tertulis di slide.

4.10 — Cari Slide “Just in Case”

Trainer kadang menyimpan slide dengan alasan:

“Siapa tahu nanti ditanya.”

Ini wajar.

Tetapi slide tersebut tidak harus berada di main deck.

Kita bisa membuat:

BACKUP SLIDES

atau:

APPENDIX

Misalnya:

  • teori tambahan;
  • statistik;
  • framework alternatif;
  • detailed methodology;
  • referensi;
  • contoh tambahan.

Gunakan:

TYPE THIS

Identifikasi slide yang tidak diperlukan dalam main learning journey tetapi berguna jika muncul pertanyaan peserta.
Kelompokkan sebagai:
BACKUP / APPENDIX
Jangan menghitungnya sebagai bagian dari target ±40 main slides.

Sekarang trainer tetap mempunyai “amunisi”.

Tetapi peserta tidak harus melihat semuanya.

4.11 — Buat Trim Decision Map

Setelah seluruh analisis selesai, minta ChatGPT membuat keputusan per kelompok materi.

TYPE THIS

Buat TRIM DECISION MAP berdasarkan seluruh analisis.
Untuk setiap materi tampilkan:
  • slide lama;
  • topik;
  • learning objective;
  • fungsi;
  • protection level;
  • keputusan;
  • alasan;
  • destination.
Destination dapat berupa:
MAIN DECK / HANDOUT / APPENDIX / REMOVE

Contoh:

Sekarang kita mempunyai keputusan yang dapat ditelusuri.

Tidak ada slide yang hilang tanpa alasan.

4.12 — Hitung Dampak /trim

Sekarang kita boleh menghitung.

TYPE THIS

Berdasarkan TRIM DECISION MAP, hitung:
  • Current Main Deck;
  • KEEP;
  • SIMPLIFY;
  • MERGE CANDIDATE;
  • MOVE TO HANDOUT;
  • MOVE TO APPENDIX;
  • CUT;
  • dan estimasi main deck setelah trimming tetapi sebelum final merge.
Bandingkan dengan target slide budget.

Contoh:

Sekarang kita bisa melihat jalannya.

87 → 64 → ±41

Tetapi jangan buru-buru menggabungkan.

Itu pekerjaan tahap berikutnya.

4.13 — Trainer Approval untuk CUT

Sebelum materi benar-benar dihapus, minta ChatGPT membuat daftar khusus.


TYPE THIS

Tampilkan seluruh CUT CANDIDATE.
Jangan hapus dahulu.
Untuk setiap kandidat berikan:
  1. slide;
  2. topik;
  3. alasan cut;
  4. risiko jika dihapus;
  5. apakah informasi tersedia di tempat lain;
  6. rekomendasi akhir.
Tunggu persetujuan trainer.

Sekarang review satu per satu.

Jika setuju:

APPROVE CUT: slide 23, 24, 62

Jika tidak:

KEEP slide 24 karena merupakan contoh wajib klien.

Ini membuat keputusan tetap berada di tangan trainer.

4.14 — Kunci Hasil /trim

Setelah seluruh keputusan disetujui:

TYPE THIS

/trim final
Gunakan seluruh hasil analisis dan approval trainer.
Buat FINAL TRIM MAP.
Kelompokkan:
MAIN DECK
HANDOUT
APPENDIX
APPROVED CUT
Pertahankan seluruh LOCKED dan PROTECTED CONTENT.
Jangan melakukan final merge atau rewrite.
Jadikan FINAL TRIM MAP sebagai baseline tahap berikutnya.

Sekarang kita mempunyai:

FINAL DECK AUDIT MAP


FINAL TARGET DECK SPECIFICATION


FINAL DECK STRUCTURE


FINAL TRIM MAP

4.15 — Apa yang Baru Saja Kita Lakukan?

Kita tidak mengatakan:

“Hapus 47 slide.”

Kita melakukan sesuatu yang lebih aman.

Kita menentukan:

Apa yang harus tetap berada di main deck?

Apa yang cukup menjadi handout?

Apa yang lebih cocok menjadi appendix?

Apa yang dapat dijelaskan trainer?

Apa yang benar-benar tidak memberikan value?

Hasilnya:

Materi tetap kaya.

Tetapi:

deck menjadi lebih fokus.

Inilah prinsip utama /trim:

KEEP THE LEARNING. REMOVE THE CLUTTER.

CHECKPOINT — TAHAP 4

Sebelum melanjutkan, pastikan:

☐ Setiap slide mempunyai fungsi.

☐ NEED TO KNOW sudah teridentifikasi.

☐ USEFUL TO KNOW sudah dipisahkan.

☐ NICE TO KNOW sudah direview.

☐ Semantic repetition sudah ditemukan.

☐ Materi handout sudah dipisahkan.

☐ Backup / Appendix sudah dibuat.

☐ Trainer Voice Test sudah dilakukan.

☐ CUT Candidate sudah direview trainer.

☐ Tidak ada Protected Content yang terhapus.

☐ TRIM DECISION MAP sudah tersedia.

☐ Jumlah slide setelah trimming sudah dihitung.

☐ FINAL TRIM MAP sudah dikunci.

Jika semuanya sudah , deck kita mungkin belum menjadi 40 slide.

Misalnya masih:

64 slide.

Tetapi jangan khawatir.

Karena kita menemukan bahwa banyak slide membawa pesan yang sama atau saling melengkapi.

Sekarang waktunya mengubah:

3 slide → 1 slide

atau bahkan:

5 slide → 1 visual.

Command berikutnya:

/merge

SELANJUTNYA — TAHAP 5

Menggabungkan Slide Tanpa Menghilangkan Pesan dengan /merge

Pada tahap berikutnya kita tidak hanya mengurangi jumlah slide.

Kita akan belajar mencari:

ONE BIG IDEA

dari beberapa slide lama.

Sehingga:

lebih sedikit slide

tidak berarti:

lebih sedikit pembelajaran.

Bagikan Artikel Ini