Punya 80+ Slide Lama? Jangan Buru Buru Redesign
Banyak trainer punya satu “harta karun” yang sekaligus menjadi masalah: slide lama.Materinya sebenarnya masih bagus. Ada teori, contoh kasus, exercise, framewor...
Kalau sudah cukup lama menjadi trainer, coba buka kembali folder materi training Anda.
Kemungkinan besar ada file seperti:
Leadership Training Final.pptx
Leadership Training Final Rev.pptx
Leadership Training Final Rev 2.pptx
atau mungkin yang paling meyakinkan:
Leadership Training FINAL BANGET.pptx
Isinya?
Bisa 60, 80, bahkan lebih dari 100 slide.
Bukan karena materinya buruk. Justru biasanya karena deck tersebut terus berkembang. Setiap selesai training ada tambahan contoh. Ada teori baru, masukkan beberapa slide. Menemukan studi kasus menarik, tambahkan lagi. Klien meminta topik tertentu, masuk lagi beberapa slide.
Lima tahun kemudian, tanpa terasa:
30 slide berubah menjadi 87 slide.
Masalahnya muncul ketika kita ingin memperbaruinya.
Haruskah membuka slide pertama, mengganti template, memperbaiki font, mencari gambar baru, lalu melakukan hal yang sama sampai slide ke-87?
Jangan dulu.
Karena mungkin yang perlu diperbaiki bukan desainnya.
Mungkin 87 slide itu memang sudah terlalu banyak.
Kita Tidak Akan Mempercantik 87 Slide
Dalam tutorial ini kita akan mencoba pendekatan yang berbeda.
Target kita bukan:
87 slide lama → 87 slide dengan template baru.
Tetapi:
87 slide lama → audit → pangkas → susun ulang → visualisasikan → ±40 slide modern.
Kita akan menggunakan ChatGPT untuk membantu membaca dan membedah deck lama sebelum menyentuh desainnya.
ChatGPT akan kita gunakan untuk membantu menjawab pertanyaan seperti:
- Materi mana yang masih relevan?
- Apakah ada beberapa slide yang sebenarnya membahas hal yang sama?
- Mana yang bisa digabung?
- Mana yang lebih cocok dijelaskan trainer secara verbal?
- Mana yang sebaiknya dipindahkan menjadi handout?
- Apakah urutan materinya masih logis?
- Bagaimana mengubah slide penuh teks menjadi lebih visual?
- Dan akhirnya, bagaimana membawa struktur baru tersebut ke Canva?
Jadi kita tidak meminta AI:
“Tolong buat PowerPoint saya lebih bagus.”
Kita akan menggunakan AI untuk membantu memikirkan ulang deck tersebut.
Study Case Kita: 87 Slide Menjadi ±40 Slide
Agar tutorial tidak berhenti sebagai teori, kita akan menggunakan satu skenario dari awal sampai akhir.
Bayangkan seorang trainer memiliki:
BEFORE
Leadership Training 2019
87 slides
Durasi aktual: lebih dari 3 jam.
Kondisinya:
- banyak slide penuh teks,
- beberapa konsep muncul berulang,
- desain tidak konsisten,
- terlalu banyak teori,
- visual sudah terlihat lama,
- dan trainer sering harus melewati beberapa slide karena waktu tidak cukup.
Target kita:
AFTER
Leadership Training 2026
±40 slides
Durasi: ±2,5 jam
Dengan karakter:
- struktur materi lebih sederhana,
- satu slide lebih fokus pada satu pesan,
- lebih banyak visual,
- teori yang repetitif dikurangi,
- case study dan exercise tetap dipertahankan,
- dan substansi utama training tidak hilang.
Jadi angka 40 slide bukan tujuan utama.
Tujuan sebenarnya adalah:
Membuat setiap slide mempunyai alasan yang jelas kenapa ia harus berada di dalam deck.
ChatGPT + Canva, Tetapi dengan Pembagian Tugas yang Jelas
Kita akan menggunakan dua tool utama.
ChatGPT — Think Before Design
ChatGPT kita gunakan untuk:
AUDIT
↓
STRUCTURE
↓
TRIM
↓
MERGE
↓
REWRITE
↓
VISUALIZE
↓
REVIEW
Sedangkan Canva akan lebih banyak digunakan ketika struktur dan pesan sudah mulai matang.
Canva — Design What Matters
Canva kita gunakan untuk membantu membawa blueprint tersebut menjadi presentasi yang lebih modern dan konsisten secara visual.
Urutannya sengaja seperti itu.
Karena:
Template baru tidak akan menyelesaikan struktur materi yang lama.
Kalau 87 slide lama langsung dipindahkan ke template Canva yang cantik, kita mungkin hanya mendapatkan:
87 slide bermasalah dengan tampilan yang lebih cantik.
Kita Juga Akan Menggunakan Slash Command
Agar workflow mudah diikuti, sepanjang tutorial kita akan menggunakan shorthand sederhana.
Misalnya:
/audit
untuk membedah deck.
/goal
untuk menentukan target.
/structure
untuk menyusun ulang learning journey.
/trim
untuk mencari materi yang bisa dipangkas.
/merge
untuk menggabungkan slide.
/rewrite
untuk memperbaiki presentation copy.
/visualize
untuk menentukan bentuk visual.
/design
untuk membuat visual direction.
/canva
untuk masuk ke tahap eksekusi desain.
dan:
/review
untuk melakukan quality control.
Slash command tersebut bukan command resmi bawaan ChatGPT.
Kita menggunakannya sebagai shorthand workflow agar proses panjang ini lebih mudah dipahami dan diulang.
Dengan begitu, daripada setiap kali berpikir:
“Sekarang saya harus mengetik prompt apa?”
kita cukup mengetahui:
“Sekarang saya berada di tahap /audit.”Jangan Khawatir Kalau Anda Bukan Designer
Tutorial ini bukan kelas desain grafis.
Anda juga tidak perlu memahami prompt engineering yang rumit.
Yang Anda perlukan adalah:
deck lama Anda sendiri.
Karena sepanjang tutorial nanti kita akan menggunakan pola yang sama:
1. DO THIS
Apa yang perlu Anda lakukan.
2. TYPE THIS
Command dan prompt yang dapat langsung dicoba.
3. EXPECTED RESULT
Seperti apa hasil yang seharusnya muncul.
4. TRAINER DECISION
Bagian mana yang tetap membutuhkan keputusan Anda sebagai trainer.
5. CHECKPOINT
Apa yang harus sudah beres sebelum masuk tahap berikutnya.
Jadi tutorial ini sebaiknya tidak hanya dibaca.
Buka ChatGPT. Siapkan PowerPoint lama Anda. Dan praktikkan sambil mengikuti setiap tahapnya.
Workflow yang Akan Kita Jalani
Perjalanan kita akan seperti ini:
TAHAP 0 — PREPARE
Siapkan ChatGPT, PowerPoint, Canva, dan project brief.
↓
TAHAP 1 — /audit
Bedah seluruh deck lama.
↓
TAHAP 2 — /goal
Tentukan target deck baru.
↓
TAHAP 3 — /structure
Bangun learning journey baru.
↓
TAHAP 4 — /trim
Pangkas materi yang tidak diperlukan.
↓
TAHAP 5 — /merge
Gabungkan slide yang membawa pesan serupa.
↓
TAHAP 6 — /rewrite
Ubah materi menjadi presentation copy.
↓
TAHAP 7 — /visualize
Ubah informasi menjadi ide visual.
↓
TAHAP 8 — /design
Bangun sistem desain yang konsisten.
↓
TAHAP 9 — /canva
Eksekusi visual menggunakan Canva.
↓
TAHAP 10 — /review
Periksa kembali dari perspektif trainer dan peserta.
Pada akhirnya kita tidak hanya mempunyai deck yang terlihat lebih modern.
Kita ingin mempunyai deck yang:
lebih singkat, lebih jelas, lebih mudah diajarkan, dan lebih mudah dipahami peserta.
Dan kita akan melakukannya tanpa mulai dari slide kosong.
Mari Mulai
Jangan buka Canva dulu.
Jangan pilih template.
Dan jangan mulai mengganti font di slide pertama.
Cari satu PowerPoint lama yang sudah lama ingin Anda perbaiki.
Kalau isinya 80, 90, atau bahkan 120 slide...
justru itu kandidat yang kita cari.
Pada tahap berikutnya kita akan menyiapkan “meja kerja” terlebih dahulu:
ChatGPT + PowerPoint lama + Canva.