Beranda / Artikel / Prompt Biasa Sebenarnya Sudah Cukup
Artikel Seri · 4 dari 11

Prompt Biasa Sebenarnya Sudah Cukup

Kita perlu meluruskan satu hal: menggunakan prompt biasa sama sekali tidak salah.Untuk kebutuhan sederhana, prompt biasa justru lebih praktis.Contohnya:Berikan...

Prompt Biasa Sebenarnya Sudah Cukup

Kita perlu meluruskan satu hal: menggunakan prompt biasa sama sekali tidak salah.

Untuk kebutuhan sederhana, prompt biasa justru lebih praktis.

Contohnya:

Berikan lima ide ice breaker untuk training komunikasi.

Atau:

Bantu saya menyederhanakan penjelasan tentang PivotTable untuk peserta pemula.

Tidak semua permintaan membutuhkan command khusus. Kita tidak perlu mengubah setiap pertanyaan menjadi /idea, /explain, atau /simplify.

Namun, situasinya berubah ketika pekerjaan kita mulai panjang dan terdiri atas banyak tahapan.

Merancang program training bukan hanya membuat slide. Kita perlu:

  1. memahami kebutuhan klien;
  2. mengenali profil peserta;
  3. menentukan tujuan;
  4. memilih materi;
  5. mengatur durasi;
  6. merancang aktivitas;
  7. membuat latihan;
  8. menentukan evaluasi;
  9. memeriksa kembali semuanya.

Jika seluruh proses tersebut dilakukan melalui prompt bebas, kita mudah kehilangan arah. ChatGPT juga dapat melompat terlalu cepat—misalnya langsung membuat 50 slide ketika rencana trainingnya sendiri belum disepakati.

Di sinilah command slash mulai terasa berguna.

Bagikan Artikel Ini