Persiapan Sebelum Modernisasi Deck
Untuk workflow ini, saya menyarankan menggunakan ChatGPT Plus, terutama karena kita akan bekerja dengan file presentasi yang cukup besar dan melakukan beberapa...
Sebelum meminta ChatGPT membedah 80+ slide, kita perlu menyiapkan “meja kerja” terlebih dahulu.
Tahap ini terlihat sederhana, tetapi penting. Kita ingin memastikan ChatGPT memahami materi apa yang sedang dikerjakan, siapa pesertanya, berapa lama durasi training, dan bagian apa yang tidak boleh hilang.
Jangan mulai dari Canva.
Jangan pilih template dahulu.
Di tahap ini kita hanya akan menyiapkan:
ChatGPT + PowerPoint lama + Canva + Project Brief
0.1 — Siapkan Tool yang Akan Digunakan
Dalam tutorial ini kita menggunakan tiga komponen utama.
ChatGPT
ChatGPT menjadi ruang kerja utama selama proses modernisasi.
Nantinya kita akan menggunakannya untuk:
- mengaudit isi deck;
- menemukan materi yang berulang;
- menentukan materi yang perlu dipertahankan;
- menyusun ulang struktur;
- menggabungkan beberapa slide;
- menulis ulang isi slide;
- menentukan bentuk visual;
- membuat arahan desain;
- dan melakukan review akhir.
PowerPoint Lama
Ini adalah bahan baku kita.
Dalam study case tutorial ini kita menggunakan:
Leadership Training 2019.pptx (Contoh)
Jumlah:
87 slide
File Anda tentu tidak harus sama.
Bisa 60 slide, 90 slide, bahkan lebih dari 100 slide.
Metode yang kita gunakan tetap sama.
Canva
Canva akan digunakan setelah struktur deck baru mulai terbentuk.
Perhatikan urutannya:
PowerPoint Lama
↓
ChatGPT
↓
Audit & Restructure
↓
Visual Direction
↓
Canva
Jadi Canva bukan tempat pertama kita bekerja.
Kita akan membereskan isi dan struktur terlebih dahulu sebelum memikirkan desain
0.2 — Tier ChatGPT yang Digunakan
Untuk mengikuti tutorial ini, kita akan menggunakan:
ChatGPT Plus — Recommended
ChatGPT Free tetap dapat digunakan untuk mencoba sebagian workflow.
Namun study case kita cukup berat:
87 slide + beberapa tahap analisis + banyak iterasi.
Sepanjang tutorial kita akan melakukan:
UPLOAD → AUDIT → STRUCTURE → TRIM → MERGE → REWRITE → VISUALIZE → DESIGN → CANVA → REVIEW
Karena itu, untuk workflow deck besar seperti ini, ChatGPT Plus lebih nyaman digunakan.
CATATAN
Pengguna ChatGPT Free tetap dapat mengikuti konsep tutorial ini. Namun batas penggunaan dan ketersediaan beberapa fitur dapat berbeda antar akun.
0.3 — Siapkan File PowerPoint Lama
Sekarang cari satu deck lama yang ingin Anda modernisasi.
Dalam contoh kita:
Leadership Training 2019.pptx — 87 Slides
Sebelum melakukan apa pun, buat salinannya.
Contoh:
File asli
Leadership Training 2019.pptx
File kerja
Leadership Training 2019 - AI Modernization.pptx
Kenapa perlu membuat salinan?
Karena kita belum tahu apa yang akan ditemukan selama proses audit.
Bisa saja ada
- diagram lama yang masih berguna;
- studi kasus penting;
- catatan trainer;
- exercise;
- data;
- ilustrasi;
- atau materi yang ternyata masih relevan.
Prinsip kita sederhana:
Jangan mengorbankan sumber asli sebelum deck baru benar-benar selesai.
0.4 — Jangan Bersihkan Deck Terlebih Dahulu
Ini mungkin sedikit berlawanan dengan intuisi.
Jangan hapus slide yang menurut Anda jelek.
Jangan memperbaiki font.
Jangan menghapus paragraf.
Jangan memindahkan urutan slide.
Dan jangan memilih template baru.
Upload deck dalam kondisi yang memang selama ini Anda gunakan.
Kenapa?
Karena kita ingin ChatGPT membantu melihat masalah sebenarnya dari deck tersebut.
Kalau kita sudah membereskannya terlebih dahulu, sebagian masalah yang ingin kita audit justru sudah tersembunyi.
Anggap saja kita sedang membawa mobil lama ke bengkel.
Biarkan mekaniknya melihat kondisi aslinya terlebih dahulu.
0.5 — Periksa Ukuran File
ChatGPT mendukung upload file presentasi seperti PPTX.
Namun deck training lama kadang memiliki ukuran yang sangat besar.
Biasanya bukan karena jumlah slide, tetapi karena terdapat:
- foto resolusi tinggi;
- screenshot berukuran besar;
- video;
- audio;
- ilustrasi;
- atau aset multimedia lainnya.
Jika file Anda sangat besar, buat versi kerja yang lebih ringan.
Tetapi sebisa mungkin:
Tetap gunakan format PPTX.
Jangan langsung mengubah seluruh deck menjadi gambar.
Kita membutuhkan struktur dan teks dari presentasi untuk melakukan content audit.
0.6 — Pahami Perbedaan Content Audit dan Visual Audit
Ini bagian penting.
Ketika kita mengunggah PowerPoint, tujuan pertama kita adalah meminta ChatGPT memahami:
“Apa isi deck ini?”
Bukan:
“Apakah desain slide 37 sudah bagus?”
Kita akan membedakan dua proses.
CONTENT AUDIT
Gunakan file:
PPTX
Untuk membantu menganalisis:
- topik;
- struktur;
- isi;
- pengulangan;
- kepadatan materi;
- relevansi;
- dan hubungan antarbagian.
VISUAL AUDIT
Gunakan:
Screenshot slide
Untuk membantu mengevaluasi:
- layout;
- hierarchy;
- penggunaan warna;
- typography;
- kepadatan visual;
- penggunaan gambar;
- dan komposisi.
Jadi sepanjang tutorial nanti kita menggunakan kombinasi:
PPTX → memahami isi
dan
Screenshot → memahami tampilan
Jangan khawatir.
Kita belum membutuhkan screenshot sekarang.
Itu akan kita gunakan ketika masuk ke tahap visual.
0.7 — Siapkan Konteks Training
Sekarang jangan lihat PowerPoint dahulu.
Jawab beberapa pertanyaan sederhana berikut.
Apa judul training?
Contoh:
Effective Leadership Skills
Siapa pesertanya?
Contoh:
Supervisor dan Manager
Berapa durasinya?
Contoh:
150 menit / 2,5 jam
Apa tujuan pembelajarannya?
Contoh:
Setelah mengikuti training, peserta diharapkan mampu:
- memahami peran seorang leader;
- mengenali berbagai leadership style;
- memilih pendekatan kepemimpinan berdasarkan situasi;
- memberikan feedback secara efektif;
- dan menyusun action plan.
Informasi tersebut akan menjadi filter ketika ChatGPT mulai merekomendasikan materi yang perlu dipertahankan atau dipangkas.
0.8 — Tentukan Materi yang WAJIB Dipertahankan
Ini salah satu langkah terpenting sebelum AI mulai bekerja.
Tuliskan materi yang menurut Anda tidak boleh hilang.
Contoh:
MUST KEEP
- Situational Leadership
- Leadership Style
- Feedback Framework
- Case Study
- Exercise
- Action Plan
Kenapa?
Bayangkan ChatGPT menemukan bahwa satu case study membutuhkan empat slide.
Secara matematis, mungkin terlihat tidak efisien.
Tetapi bagi Anda sebagai trainer, case study tersebut mungkin merupakan bagian terpenting dari sesi.
Karena itu AI perlu mengetahui:
“Bagian ini boleh diperbaiki, tetapi jangan dihilangkan.”
0.9 — Lindungi “Signature Content” Anda
Selain materi wajib, biasanya seorang trainer memiliki materi khas.
Kita sebut:
PROTECTED CONTENT
Ini bisa berupa:
- cerita pengalaman pribadi;
- studi kasus tertentu;
- analogi;
- framework buatan sendiri;
- diagram;
- permainan;
- exercise;
- pertanyaan diskusi;
- atau aktivitas yang selama ini terbukti efektif.
Contoh:
PROTECTED CONTENT
Jangan dihapus:
- cerita opening pada slide 7;
- Leadership Journey Diagram;
- Case Study A;
- Delegation Exercise;
- reflection question pada bagian closing.
Mengapa kita perlu melakukan ini?
Karena AI bisa menilai sebuah slide berdasarkan efisiensi informasi.
Sedangkan trainer juga mempertimbangkan:
pengalaman belajar peserta.
Keduanya tidak selalu sama.
0.10 — Buat Project Brief
Sekarang satukan informasi tadi menjadi satu brief sederhana.
Tidak perlu membuat dokumen khusus.
Anda cukup menyiapkan teks seperti berikut.
PROJECT BRIEF
Project: Modernisasi Leadership Training
Current Deck: 87 slides
Target: ±40 slides
Training Duration: 150 menit
Audience: Supervisor–Manager
Desired Style: Corporate Modern
Learning Objectives:
- memahami peran leader;
- memahami leadership style;
- menerapkan situational leadership;
- memberikan feedback;
- membuat action plan.
Must Keep:
- Situational Leadership;
- Leadership Style;
- Feedback Framework;
- Case Study;
- Exercise;
- Action Plan.
Protected Content:
- cerita opening;
- Leadership Journey Diagram;
- Delegation Exercise;
- Case Study A.
Goal:
Membuat deck lebih sederhana, modern, visual, dan nyaman digunakan untuk training 2,5 jam tanpa kehilangan substansi penting.
Simpan brief tersebut.
Kita akan menggunakannya pada beberapa tahap berikutnya.
0.11 — Hubungkan Canva dengan ChatGPT
Sekarang kita siapkan Canva.
Jika Canva tersedia pada Apps/Plugin Directory di akun ChatGPT Anda, hubungkan akun Canva yang akan digunakan.
Secara umum alurnya:
Buka ChatGPT
↓
Buka Apps / Plugin Directory
↓
Cari Canva
↓
Pilih Canva
↓
Connect
↓
Login ke Canva
↓
Review permission
↓
Authorize
Tampilan menu dapat sedikit berbeda tergantung akun dan versi ChatGPT yang Anda gunakan.
Tujuannya sederhana:
Pastikan Canva siap digunakan sebelum kita masuk ke tahap desain.
0.12 — Lakukan Connection Test
Jangan menunggu sampai tahap desain untuk mengetahui Canva belum terhubung.
Lakukan tes kecil.
TYPE THIS
Canva, bantu buat konsep presentasi Leadership Training dengan gaya corporate modern.
Kita tidak akan menggunakan desain tersebut.
Tujuannya hanya memastikan bahwa integrasi Canva dapat digunakan dari workflow ChatGPT Anda.
Jika berhasil:
CANVA CONNECTION: READY ✓
Sekarang berhenti.
Jangan redesign deck dahulu.
0.13 — Kenali Slash Command yang Akan Digunakan
Sepanjang tutorial ini kita akan menggunakan shorthand command.
Urutannya:
/audit
Membedah isi deck lama.
/goal
Menentukan target deck baru.
/structure
Menyusun ulang learning journey.
/trim
Mencari materi yang bisa dipangkas.
/merge
Menggabungkan slide yang membawa pesan serupa.
/rewrite
Mengubah materi menjadi presentation copy.
/visualize
Menentukan bentuk visual terbaik.
/design
Membuat visual direction dan design system.
/canva
Masuk ke tahap eksekusi desain.
/review
Melakukan quality control.
PENTING
Slash command seperti/audit,/trim,/merge, dan/modernizedalam tutorial ini adalah shorthand workflow yang kita gunakan untuk mempermudah proses, bukan daftar slash command resmi bawaan ChatGPT.
0.14 — Jangan Gunakan /modernize Dulu
Secara teori kita bisa saja mengetik:
/modernize deck ini menjadi 40 slide modern.
Tetapi kita tidak akan melakukan itu.
Setidaknya belum.
Kenapa?
Karena kita ingin tetap mengetahui:
- slide mana yang dipertahankan;
- slide mana yang dibuang;
- kenapa sebuah materi dibuang;
- slide mana yang digabung;
- apakah case study masih ada;
- apakah exercise masih ada;
- apakah framework penting masih utuh;
- dan apakah learning journey menjadi lebih baik.
AI membantu mempercepat pekerjaan.
Bukan mengambil alih keputusan trainer.
Karena itu kita akan menjalankan workflow tahap demi tahap.
CHECKPOINT — Sebelum Melanjutkan
Pastikan kondisi berikut sudah terpenuhi:
☐ File PowerPoint lama sudah tersedia.
☐ File asli sudah dibuatkan backup/salinan.
☐ Judul training sudah ditentukan.
☐ Audience sudah diketahui.
☐ Durasi training sudah ditentukan.
☐ Learning objectives sudah tersedia.
☐ MUST KEEP sudah dibuat.
☐ PROTECTED CONTENT sudah dibuat.
☐ Project Brief sudah siap.
☐ Canva sudah terhubung atau siap digunakan.
Jika semua sudah ✓, kita siap masuk ke tahap pertama.
Dan ingat:
Jangan buka Canva dulu.
Kita belum tahu apakah 87 slide tersebut memang masih layak menjadi 87 slide.
Pada tahap berikutnya, kita akan meminta ChatGPT membedah seluruh deck dan mencari tahu:
Apa yang penting?
Apa yang berulang?
Apa yang terlalu panjang?
Apa yang sebenarnya bisa digabungkan?
Command pertama kita: